Hari 6: Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN
21 Agustus 2026 · Hari 6

Hari 6: Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN

Halaman 83-84 | Pasal 9, Paragraf 20-22 | KSZ1 83.4-KSZ1 84.2

Ayat Inti

Ibrani 4:15

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 7 membaca Bab 9: Hari-hari Perjuangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 83.4 Kehidupan Kristus ditandai dengan kehormatan dan kasih pada ibuNya. Maria percaya dalam hatinya bahwa Anak Kudus yang lahir dari padanya itulah Mesias yang sudah lama dijanjikan, namun ia tidak berani menyatakan keyakinannya itu. Selama Ia hidup di bumi ini Maria turut mengambil bagian dalam kesengsaraan-Nya. Ia menyaksikan de-ngan duka segala penderitaan yang didatangkan kepada-Nya pada waktu Ia masih kanak-kanak dan anak muda. Oleh membenarkan apa yang diketahuinya benar dalam kelakuan Yesus, ia sendiri terbawa ke dalam ke-dudukan yang sulit. Ia memandang pada pergaulan di rumah tangga dan pemeliharaan ibu yang lemah lembut akan anak-anaknya sebagai sesuatu yang sangat penting dalam pembentukan tabiat. Putra-putri Yusuf mengetahui hal ini, dan dengan menarik perhatian kepada kecemasan hati ibu itu, mereka mencoba memperbaiki kebiasaan-kebiasaan Yesus sesuai dengan ukuran mereka.

KSZ1 84.1 Maria acapkali menegur Yesus, serta mendesak agar Ia mengikuti kebiasaan rabi-rabi. Akan tetapi Ia tidak dapat dibujuk untuk mengubah kebiasaan-Nya dalam merenungkan perbuatan tangan Allah serta berusaha meringankan penderitaan manusia, bahkan penderitaan binatangbinatang yang bisu sekalipun. Apabila imam-imam dan guru-guru menuntut bantuan Maria dalam mengendalikan Yesus, ia merasa susah; tetapi damai datang ke dalam hatinya setelah diucapkan-Nya sebutan-sebutan Alkitab yang menyokong segala kebiasaan-Nya.

KSZ1 84.2 Ada kalanya ia merasa ragu-ragu antara Yesus dan saudara-saudaraNya, yang tidak percaya bahwa Ialah utusan dari Allah; akan tetapi banyak sekali bukti yang menyatakan bahwa tabiat-Nya itu Ilahi adanya. Ia melihat Dia mengorbankan diri-Nya sendiri demi kebaikan orangorang lain. Hadirat-Nya membawa suatu suasana yang lebih mumi ke dalam rumah tangga, dan kehidupan-Nya adalah bagaikan ragi yang bekerja di tengah unsur-unsur kemasyarakatan. Dalam keadaan tidak berdosa dan tidak bercela, Ia berjalan di antara orang-orang yang kurang pikir, yang kasar dan yang tidak sopan; di antara para pemungut cukai yang curang, anak-anak sesat yang nekat, orang-orang Samaria yang najis, serdadu-serdadu kafir, petani-petani yang kasar, dan orang banyak dengan berbagai keadaan. Ia mengucapkan sepatah kata belas kasihan di sini dan sepatah kata di sana, bila Ia melihat orang yang penat, namun terpaksa memikul beban-beban yang berat. Ia turut memikul beban mereka seraya memberikan kepada mereka itu pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari-Nya dari alam kejadian, tentang kasih sayang, kebaikan hati dan kebajikan Allah.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

21 Agustus 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 9 - HARI-HARI PERJUANGAN
Halaman 83-84 | Pasal 9, Paragraf 20-22 | KSZ1 83.4-KSZ1 84.2

Ayat Inti:
Ibrani 4:15
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 7 membaca Bab 9: Hari-hari Perjuangan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-7-hari-6-2026-08-21

Teks Lengkap:

Kehidupan Kristus ditandai dengan kehormatan dan kasih pada ibuNya. Maria percaya dalam hatinya bahwa Anak Kudus yang lahir dari padanya itulah Mesias yang sudah lama dijanjikan, namun ia tidak berani menyatakan keyakinannya itu. Selama Ia hidup di bumi ini Maria turut mengambil bagian dalam kesengsaraan-Nya. Ia menyaksikan de-ngan duka segala penderitaan yang didatangkan kepada-Nya pada waktu Ia masih kanak-kanak dan anak muda. Oleh membenarkan apa yang diketahuinya benar dalam kelakuan Yesus, ia sendiri terbawa ke dalam ke-dudukan yang sulit. Ia memandang pada pergaulan di rumah tangga dan pemeliharaan ibu yang lemah lembut akan anak-anaknya sebagai sesuatu yang sangat penting dalam pembentukan tabiat. Putra-putri Yusuf mengetahui hal ini, dan dengan menarik perhatian kepada kecemasan hati ibu itu, mereka mencoba memperbaiki kebiasaan-kebiasaan Yesus sesuai dengan ukuran mereka. [KSZ1 83.4]

Maria acapkali menegur Yesus, serta mendesak agar Ia mengikuti kebiasaan rabi-rabi. Akan tetapi Ia tidak dapat dibujuk untuk mengubah kebiasaan-Nya dalam merenungkan perbuatan tangan Allah serta berusaha meringankan penderitaan manusia, bahkan penderitaan binatangbinatang yang bisu sekalipun. Apabila imam-imam dan guru-guru menuntut bantuan Maria dalam mengendalikan Yesus, ia merasa susah; tetapi damai datang ke dalam hatinya setelah diucapkan-Nya sebutan-sebutan Alkitab yang menyokong segala kebiasaan-Nya. [KSZ1 84.1]

Ada kalanya ia merasa ragu-ragu antara Yesus dan saudara-saudaraNya, yang tidak percaya bahwa Ialah utusan dari Allah; akan tetapi banyak sekali bukti yang menyatakan bahwa tabiat-Nya itu Ilahi adanya. Ia melihat Dia mengorbankan diri-Nya sendiri demi kebaikan orangorang lain. Hadirat-Nya membawa suatu suasana yang lebih mumi ke dalam rumah tangga, dan kehidupan-Nya adalah bagaikan ragi yang bekerja di tengah unsur-unsur kemasyarakatan. Dalam keadaan tidak berdosa dan tidak bercela, Ia berjalan di antara orang-orang yang kurang pikir, yang kasar dan yang tidak sopan; di antara para pemungut cukai yang curang, anak-anak sesat yang nekat, orang-orang Samaria yang najis, serdadu-serdadu kafir, petani-petani yang kasar, dan orang banyak dengan berbagai keadaan. Ia mengucapkan sepatah kata belas kasihan di sini dan sepatah kata di sana, bila Ia melihat orang yang penat, namun terpaksa memikul beban-beban yang berat. Ia turut memikul beban mereka seraya memberikan kepada mereka itu pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari-Nya dari alam kejadian, tentang kasih sayang, kebaikan hati dan kebajikan Allah. [KSZ1 84.2]