Hari 2: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
24 Agustus 2026 · Hari 2

Hari 2: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA

Halaman 89-90 | Pasal 10, Paragraf 8-14 | KSZ1 89.2-KSZ1 90.5

Ayat Inti

Yohanes 1:23

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 89.2 Perkataan malaikat itu, “Akulah Gabriel yang melayani Allah,” menunjukkan bahwa ia menduduki suatu jabatan yang amat terhormat di istana surga. Ketika ia datang dahulu membawa kabar kepada Daniel, ia berkata, “Tidak ada satu pun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael (Kristus), pemimpinmu itu.” Daniel 10:21. Tentang Gabriel, Juruselamat berfirman dalam Wahyu, bahwa “disuruhkan-Nya malaikat-Nya menyatakan dia kepada Yohanes, hamba-Nya.” Wahyu 1:11. Dan kepada Yohanes malaikat itu menandaskan, “Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi.” Why. 22:9. Pikiran yang sungguh mengagumkan-bahwa malaikat yang setingkat di bawah Anak Allah dalam hal kemuliaan, ialah yang dipilih untuk memaparkan maksud-maksud Allah kepada manusia yang berdosa.

KSZ1 89.3 Zakharia telah menyatakan kebimbangan akan perkataan malaikat itu. Ia terpaksa tidak boleh berbicara lagi hingga perkataan itu digenapi. “Sesungguhnya,” kata malaikat itu, “engkau akan menjadi bisu, . . . sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.” Adalah kewajiban imam dalam upacara ini untuk melayangkan doa pengampunan dosa orang banyak dan bangsa itu serta kedatangan Mesias; tetapi ketika Zakharia mencoba hendak melakukan ini, sepatah kata pun tidak dapat diucapkannya.

KSZ1 90.1 Setelah keluar hendak mendoakan orang banyak, “ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.” Mereka sudah menunggu lama, dan sudah mulai merasa agak khawatir, jangan-jangan ia sudah dibinasakan oleh hukuman Allah. Tetapi ketika ia keluar dari bilik yang suci, wajahnya bersinar-sinar dengan kemuliaan Allah, “dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci.” Zakharia memberitahukan kepada mereka dengan isyarat apa yang telah dilihat dan didengamya; dan “ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.”

KSZ1 90.2 Tidak lama setelah anak yang dijanjikan itu lahir terurailah lidah bapa itu, “Lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkan dan berkata: Menjadi apakah anak ini nanti?” Semuanya ini mengandung maksud untuk menaruh perhatian kepada kedatangan Mesias, yang untuk itu Yohanes harus menyediakan jalan.

KSZ1 90.3 Roh hinggap atas Zakharia, dan dalam ucapan yang indah ini ia bernubuat tentang tugas anaknya:

KSZ1 90.4 “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, Untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

KSZ1 90.5 “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.” “Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus” Allah telah memanggil anak Zakharia itu untuk melakukan pekerjaan yang besar, yang terbesar yang pernah diamanatkan kepada manusia. Untuk dapat melaksanakan pekerjaan ini, ia mesti bekerja bersama-sama dengan Tuhan. Maka Roh Allah akan menyertai dia kalau ia memperhatikan petunjuk malaikat itu.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

24 Agustus 2026 | Hari 2
Hari 2: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
Halaman 89-90 | Pasal 10, Paragraf 8-14 | KSZ1 89.2-KSZ1 90.5

Ayat Inti:
Yohanes 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-8-hari-2-2026-08-24

Teks Lengkap:

Perkataan malaikat itu, “Akulah Gabriel yang melayani Allah,” menunjukkan bahwa ia menduduki suatu jabatan yang amat terhormat di istana surga. Ketika ia datang dahulu membawa kabar kepada Daniel, ia berkata, “Tidak ada satu pun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael (Kristus), pemimpinmu itu.” Daniel 10:21. Tentang Gabriel, Juruselamat berfirman dalam Wahyu, bahwa “disuruhkan-Nya malaikat-Nya menyatakan dia kepada Yohanes, hamba-Nya.” Wahyu 1:11. Dan kepada Yohanes malaikat itu menandaskan, “Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi.” Why. 22:9. Pikiran yang sungguh mengagumkan-bahwa malaikat yang setingkat di bawah Anak Allah dalam hal kemuliaan, ialah yang dipilih untuk memaparkan maksud-maksud Allah kepada manusia yang berdosa. [KSZ1 89.2]

Zakharia telah menyatakan kebimbangan akan perkataan malaikat itu. Ia terpaksa tidak boleh berbicara lagi hingga perkataan itu digenapi. “Sesungguhnya,” kata malaikat itu, “engkau akan menjadi bisu, . . . sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.” Adalah kewajiban imam dalam upacara ini untuk melayangkan doa pengampunan dosa orang banyak dan bangsa itu serta kedatangan Mesias; tetapi ketika Zakharia mencoba hendak melakukan ini, sepatah kata pun tidak dapat diucapkannya. [KSZ1 89.3]

Setelah keluar hendak mendoakan orang banyak, “ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.” Mereka sudah menunggu lama, dan sudah mulai merasa agak khawatir, jangan-jangan ia sudah dibinasakan oleh hukuman Allah. Tetapi ketika ia keluar dari bilik yang suci, wajahnya bersinar-sinar dengan kemuliaan Allah, “dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci.” Zakharia memberitahukan kepada mereka dengan isyarat apa yang telah dilihat dan didengamya; dan “ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.” [KSZ1 90.1]

Tidak lama setelah anak yang dijanjikan itu lahir terurailah lidah bapa itu, “Lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkan dan berkata: Menjadi apakah anak ini nanti?” Semuanya ini mengandung maksud untuk menaruh perhatian kepada kedatangan Mesias, yang untuk itu Yohanes harus menyediakan jalan. [KSZ1 90.2]

Roh hinggap atas Zakharia, dan dalam ucapan yang indah ini ia bernubuat tentang tugas anaknya: [KSZ1 90.3]

“Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, Untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.” [KSZ1 90.4]

“Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.” “Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus” Allah telah memanggil anak Zakharia itu untuk melakukan pekerjaan yang besar, yang terbesar yang pernah diamanatkan kepada manusia. Untuk dapat melaksanakan pekerjaan ini, ia mesti bekerja bersama-sama dengan Tuhan. Maka Roh Allah akan menyertai dia kalau ia memperhatikan petunjuk malaikat itu. [KSZ1 90.5]