28 Agustus 2026 · Hari 6
Hari 6: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
Halaman 96-98 | Pasal 10, Paragraf 36-42 | KSZ1 96.2-KSZ1 98.2
Ayat Inti
Yohanes 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 96.2 Yohanes memaklumkan kedatangan Mesias, serta mengajak bangsa itu kepada pertobatan. Sebagai lambang penyucian dari dosa, dibaptiskannya mereka itu di Sungai Yordan. Demikianlah dengan suatu pelajaran penting yang mengandung arti dinyatakannya bahwa orang-orang yang mengaku dirinya umat pilihan Allah itu sudah dinajiskan oleh dosa, dan bahwa dengan tiada penyucian hati dan hidup, mereka itu tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Mesias itu.
KSZ1 96.3 Penghulu-penghulu dan rabi-rabi, serdadu-serdadu, para pemungut cukai, dan para petani datang untuk mendengar nabi itu. Seketika lamanya amaran yang tekun yang datang dari Allah itu mengejutkan hati mereka. Banyak yang bertobat dan menerima baptisan. Orang dari segala lapisan masyarakat menyerahkan diri kepada tuntutan Pembaptis itu, supaya boleh mendapat bahagian dalam kerajaan yang diumumkannya itu.
KSZ1 96.4 Banyak dari antara ahli-ahli taurat dan orang Farisi datang mengakui dosa mereka dan minta dibaptiskan. Mereka telah meninggikan diri sendiri sebagai orang yang lebih baik daripada orang lain, dan telah menuntun orang banyak untuk memandang tinggi kesalahan mereka; sekarang segala rahasia hidup mereka yang bersalah itu tersingkap. Tetapi Yohanes diberi tahu oleh Roh Suci bahwa banyak dari orang-orang ini tidak menaruh keyakinan akan dosa. Mereka adalah pengikut jalannya waktu. Sebagai sahabat nabi itu mereka berharap akan mendapat keridlaan dari Raja yang akan datang itu. Maka oleh menerima baptisan dari tangan guru muda yang termasyhur ini, mereka bermaksud memperkuat pengaruh mereka dalam masyarakat.
KSZ1 97.1 Yohanes menghadapi mereka dengan pertanyaan yang tajam ini, “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!”
KSZ1 97.2 Orang Yahudi telah salah menafsirkan janji Allah tentang kecintaan yang kekal terhadap Israel: “Beginilah firman Tuhan, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang .menetapkan bulan dan bintangbintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut,—Tuhan semesta alam nama-Nya: Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu. Beginilah firman Tuhan: Sesungguhnya, seperti langit di atas tidak terukur dan dasar-dasar bumi di bawah tidak terselidiki, demikianlah juga Aku tidak akan menolak segala keturunan Israel, karena segala apa yang dilakukan mereka, demikianlah firman Tuhan.” Yeremia 31:3537. Orang Yahudi mengira karena mereka keturunan Abraham mereka berhak atas janji ini. Tetapi mereka mengabaikan syarat-syarat yang telah ditentukan Allah. Sebelum memberikan janji itu, Ia telah berfirman, “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku . . . sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” Yeremia 31:33, 34.
KSZ1 98.1 Kepada suatu bangsa yang dalam hatinya hukum-Nya tertulis, kasih sayang Allah dipastikan. Mereka satu dengan Dia. Tetapi orang Yahudi telah memisahkan diri dari Allah. Karena dosa mereka menderita di bawah hukum-Nya. Inilah yang menyebabkan perhambaan mereka kepada bangsa kafir. Pikiran mereka sudah digelapkan oleh pelanggaran, dan oleh sebab pada waktu yang lalu Tuhan telah memberikan kepada mereka kasih sayang yang begitu besar, mereka memaafkan segala dosa mereka. Mereka memuji-muji diri dengan mengatakan bahwa mereka lebih baik daripada orang lain, dan berhak mendapat berkat-berkat-Nya.
KSZ1 98.2 Hal ini “dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” 1 Kor. 10:11. Betapa sering kita salah menafsirkan berkat-berkat Allah, serta memuji diri kita sendiri bahwa kita beroleh kasih sayang karena sesuatu kebaikan yang ada dalam diri kita. Allah tidak dapat melakukan bagi kita apa yang ingin dilakukan. Segala karunia-Nya telah digunakan untuk memperbesar kepuasan diri kita sendiri serta untuk mengeraskan hati kita dalam keadaan kurang percaya dan dosa.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
28 Agustus 2026 | Hari 6
Hari 6: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
Halaman 96-98 | Pasal 10, Paragraf 36-42 | KSZ1 96.2-KSZ1 98.2
Ayat Inti:
Yohanes 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-8-hari-6-2026-08-28
Teks Lengkap:
Yohanes memaklumkan kedatangan Mesias, serta mengajak bangsa itu kepada pertobatan. Sebagai lambang penyucian dari dosa, dibaptiskannya mereka itu di Sungai Yordan. Demikianlah dengan suatu pelajaran penting yang mengandung arti dinyatakannya bahwa orang-orang yang mengaku dirinya umat pilihan Allah itu sudah dinajiskan oleh dosa, dan bahwa dengan tiada penyucian hati dan hidup, mereka itu tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Mesias itu. [KSZ1 96.2]
Penghulu-penghulu dan rabi-rabi, serdadu-serdadu, para pemungut cukai, dan para petani datang untuk mendengar nabi itu. Seketika lamanya amaran yang tekun yang datang dari Allah itu mengejutkan hati mereka. Banyak yang bertobat dan menerima baptisan. Orang dari segala lapisan masyarakat menyerahkan diri kepada tuntutan Pembaptis itu, supaya boleh mendapat bahagian dalam kerajaan yang diumumkannya itu. [KSZ1 96.3]
Banyak dari antara ahli-ahli taurat dan orang Farisi datang mengakui dosa mereka dan minta dibaptiskan. Mereka telah meninggikan diri sendiri sebagai orang yang lebih baik daripada orang lain, dan telah menuntun orang banyak untuk memandang tinggi kesalahan mereka; sekarang segala rahasia hidup mereka yang bersalah itu tersingkap. Tetapi Yohanes diberi tahu oleh Roh Suci bahwa banyak dari orang-orang ini tidak menaruh keyakinan akan dosa. Mereka adalah pengikut jalannya waktu. Sebagai sahabat nabi itu mereka berharap akan mendapat keridlaan dari Raja yang akan datang itu. Maka oleh menerima baptisan dari tangan guru muda yang termasyhur ini, mereka bermaksud memperkuat pengaruh mereka dalam masyarakat. [KSZ1 96.4]
Yohanes menghadapi mereka dengan pertanyaan yang tajam ini, “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!” [KSZ1 97.1]
Orang Yahudi telah salah menafsirkan janji Allah tentang kecintaan yang kekal terhadap Israel: “Beginilah firman Tuhan, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang .menetapkan bulan dan bintangbintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut,—Tuhan semesta alam nama-Nya: Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu. Beginilah firman Tuhan: Sesungguhnya, seperti langit di atas tidak terukur dan dasar-dasar bumi di bawah tidak terselidiki, demikianlah juga Aku tidak akan menolak segala keturunan Israel, karena segala apa yang dilakukan mereka, demikianlah firman Tuhan.” Yeremia 31:3537. Orang Yahudi mengira karena mereka keturunan Abraham mereka berhak atas janji ini. Tetapi mereka mengabaikan syarat-syarat yang telah ditentukan Allah. Sebelum memberikan janji itu, Ia telah berfirman, “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku . . . sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” Yeremia 31:33, 34. [KSZ1 97.2]
Kepada suatu bangsa yang dalam hatinya hukum-Nya tertulis, kasih sayang Allah dipastikan. Mereka satu dengan Dia. Tetapi orang Yahudi telah memisahkan diri dari Allah. Karena dosa mereka menderita di bawah hukum-Nya. Inilah yang menyebabkan perhambaan mereka kepada bangsa kafir. Pikiran mereka sudah digelapkan oleh pelanggaran, dan oleh sebab pada waktu yang lalu Tuhan telah memberikan kepada mereka kasih sayang yang begitu besar, mereka memaafkan segala dosa mereka. Mereka memuji-muji diri dengan mengatakan bahwa mereka lebih baik daripada orang lain, dan berhak mendapat berkat-berkat-Nya. [KSZ1 98.1]
Hal ini “dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” 1 Kor. 10:11. Betapa sering kita salah menafsirkan berkat-berkat Allah, serta memuji diri kita sendiri bahwa kita beroleh kasih sayang karena sesuatu kebaikan yang ada dalam diri kita. Allah tidak dapat melakukan bagi kita apa yang ingin dilakukan. Segala karunia-Nya telah digunakan untuk memperbesar kepuasan diri kita sendiri serta untuk mengeraskan hati kita dalam keadaan kurang percaya dan dosa. [KSZ1 98.2]