1 September 2026 · Hari 3
Hari 3: Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN
Halaman 103-103 | Pasal 11, Paragraf 7-9 | KSZ1 103.1-KSZ1 103.3
Ayat Inti
Matius 3:17
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran
Minggu 9 membaca Bab 11: Yesus Dibaptiskan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Doa
Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.
Teks Lengkap
KSZ1 103.1 Yesus menerima baptisan bukannya sebagai pengakuan kesalahan atas perbuatan-Nya sendiri. Ia menyamakan diri-Nya dengan orang berdosa, mengambil langkah yang harus kita ambil, serta melakukan pekerjaan yang wajib kita lakukan. Kehidupan-Nya yang penuh penderitaan dan penuh kesabaran sesudah Ia dibaptis adalah juga suatu teladan bagi kita.
KSZ1 103.2 Setelah keluar dari dalam air, Yesus tunduk berdoa di pinggir sungai itu. Suatu masa baru dan penting sedang terbentang di hadapan-Nya. Sekarang Ia sedang memasuki perjuangan hidup-Nya dalam lingkungan yang lebih luas. Sungguh pun Ia Raja Damai, kedatangan-Nya wajib seperti penghunusan sebilah pedang. Kerajaan yang hendak didirikan-Nya itu bertentangan dengan kerajaan yang dirindukan oleh bangsa Yahudi. Ia yang merupakan dasar segenap upacara serta peraturan keagamaan bangsa Israel itu, akan dipandang sebagai musuh dan pembinasanya. Ia yang telah mengumumkan hukum di Sinai dipersalahkan sebagai seorang pelanggar. Ia yang telah datang untuk menghancurkan kuasa Setan, akan dituduh sebagai Beelzebul. Tiada seorang pun di dunia ini yang telah mengerti akan Dia, dan sepanjang masa kerja-Nya itu Ia harus berjalan seorang diri. Selama hidup-Nya ibu dan saudara-saudara-Nya tidak mengerti akan tugas-Nya. Bahkan murid-murid-Nya sekalipun tidak mengerti akan Dia. Ia telah tinggal di dalam cahaya yang kekal, satu dengan Allah, namun hidup-Nya di dunia ini harus dilangsungkan-Nya dalam kesunyian.
KSZ1 103.3 Sebagai Pribadi yang satu dengan kita, Ia harus menanggung beban kesalahan dan malapetaka kita. Ia yang tidak berdosa itu harus merasakan malu karena dosa. Pencinta damai itu harus tinggal dengan perselisihan, kebenaran harus tinggal dengan kepalsuan, kesucian dengan kenajisan. Setiap dosa, setiap perselisihan, setiap nafsu yang menajiskan yang telah dibawa oleh pelanggaran, merupakan siksaan bagi jiwa-Nya.
ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL
1 September 2026 | Hari 3
Hari 3: Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN
Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 11 - YESUS DIBAPTISKAN
Halaman 103-103 | Pasal 11, Paragraf 7-9 | KSZ1 103.1-KSZ1 103.3
Ayat Inti:
Matius 3:17
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.
Pelajaran:
Minggu 9 membaca Bab 11: Yesus Dibaptiskan. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.
Baca:
https://mail.onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-9-hari-3-2026-09-01
Teks Lengkap:
Yesus menerima baptisan bukannya sebagai pengakuan kesalahan atas perbuatan-Nya sendiri. Ia menyamakan diri-Nya dengan orang berdosa, mengambil langkah yang harus kita ambil, serta melakukan pekerjaan yang wajib kita lakukan. Kehidupan-Nya yang penuh penderitaan dan penuh kesabaran sesudah Ia dibaptis adalah juga suatu teladan bagi kita. [KSZ1 103.1]
Setelah keluar dari dalam air, Yesus tunduk berdoa di pinggir sungai itu. Suatu masa baru dan penting sedang terbentang di hadapan-Nya. Sekarang Ia sedang memasuki perjuangan hidup-Nya dalam lingkungan yang lebih luas. Sungguh pun Ia Raja Damai, kedatangan-Nya wajib seperti penghunusan sebilah pedang. Kerajaan yang hendak didirikan-Nya itu bertentangan dengan kerajaan yang dirindukan oleh bangsa Yahudi. Ia yang merupakan dasar segenap upacara serta peraturan keagamaan bangsa Israel itu, akan dipandang sebagai musuh dan pembinasanya. Ia yang telah mengumumkan hukum di Sinai dipersalahkan sebagai seorang pelanggar. Ia yang telah datang untuk menghancurkan kuasa Setan, akan dituduh sebagai Beelzebul. Tiada seorang pun di dunia ini yang telah mengerti akan Dia, dan sepanjang masa kerja-Nya itu Ia harus berjalan seorang diri. Selama hidup-Nya ibu dan saudara-saudara-Nya tidak mengerti akan tugas-Nya. Bahkan murid-murid-Nya sekalipun tidak mengerti akan Dia. Ia telah tinggal di dalam cahaya yang kekal, satu dengan Allah, namun hidup-Nya di dunia ini harus dilangsungkan-Nya dalam kesunyian. [KSZ1 103.2]
Sebagai Pribadi yang satu dengan kita, Ia harus menanggung beban kesalahan dan malapetaka kita. Ia yang tidak berdosa itu harus merasakan malu karena dosa. Pencinta damai itu harus tinggal dengan perselisihan, kebenaran harus tinggal dengan kepalsuan, kesucian dengan kenajisan. Setiap dosa, setiap perselisihan, setiap nafsu yang menajiskan yang telah dibawa oleh pelanggaran, merupakan siksaan bagi jiwa-Nya. [KSZ1 103.3]